Semangat kebersamaan dan kerukunan umat beragama terasa kuat sejak pagi hari saat ratusan peserta memadati halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buol untuk melaksanakan Jalan Sehat Kerukunan, Kamis (1/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.
Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH., hadir sekaligus melepas secara resmi peserta Jalan Sehat. Pelepasan peserta dilakukan di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Buol dan disaksikan oleh jajaran Kementerian Agama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buol, serta sejumlah tokoh lintas agama.

Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh keluarga besar Kementerian Agama, unsur pemerintah daerah, organisasi keagamaan, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Buol.
Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Jalan Sehat ini menjadi salah satu kegiatan utama karena bersifat inklusif, memasyarakat, serta mampu menghadirkan ruang interaksi yang santai dan harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam membangun ukhuwah, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Sejalan dengan misi Kementerian Agama, kegiatan jalan sehat juga menjadi simbol sinergi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan maju.

Pelepasan peserta oleh Wakil Bupati Buol menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Buol memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga harmoni sosial serta memperkuat kerukunan di tengah masyarakat.
Melalui peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI, diharapkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan. (Wayan Irmayani)
______________________
Reporter: Wawan Isa
