Pemerintah Kabupaten Buol melalui Wakil Bupati, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto., SH., MH., didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Singara., S.Ag., M.Si.,Direktur RS. Mokoyurli Kabupaten Buol, dr. Hj. Maryati A. Ismail., Utusan Khusus PSDKU, Drs. Muhamad Nur Korompot, M.Pd., serta Plt. Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Buol, Ronald R. Laindjong, SKM, M.Kes., melaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan dan Alur Penerimaan Program Studi Dokter Spesialis secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Buol.

Wagub Sulteng memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan dan Alur Penerimaan Program Studi Dokter Spesialis secara daring (Foto: Lis)

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya dalam mendukung pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan kedokteran, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Buol.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp, PK., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah, Universitas Tadulako, dan rumah sakit daerah dalam mendorong pembukaan Program Studi Dokter Spesialis. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung penuh pengembangan pendidikan dokter spesialis sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Wabup beserta pejabat Buol terkait mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan dan Alur Penerimaan Program Studi Dokter Spesialis secara daring (Foto: Lis)

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang dimanfaatkan oleh peserta rapat untuk membahas berbagai hal teknis dan strategis, termasuk mekanisme penerimaan, skema pembiayaan, kesiapan rumah sakit pendidikan, serta peran pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program.

Melalui rapat koordinasi dan sesi diskusi tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang selaras terkait tahapan pembukaan dan alur penerimaan Program Studi Dokter Spesialis, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah. (Lis Afriyanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *