Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program MBG, pada Rabu (29/01/2026) di Ruang Rapat Bupati Buol. Rapat diikuti oleh Wakil Bupati, unsur bidang perekonomian dan pembangunan, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Buol.
Dalam arahannya, Bupati Buol menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan serta kepatuhan terhadap prosedur dan standar yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program, imbas dari kejadian keracunan pada para siswa di Kecamatan Bunobogu. Menurutnya, MBG merupakan program strategis yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat, sehingga aspek kualitas, keamanan pangan, dan tata kelola harus menjadi perhatian utama.

“Pada pagi hari ini saya mengumpulkan rekan-rekan dari SPPG serta dinas terkait untuk mengevaluasi kegiatan MBG di Kabupaten Buol yang selama ini telah berjalan sejak tahun 2025. Program ini pada prinsipnya berjalan baik, namun tetap perlu penguatan pengawasan dan perbaikan,” ujar Bupati.
Dalam rapat tersebut, Bupati juga menginstruksikan penghentian sementara (cooling down) operasional SPPG Kecamatan Bunobogu sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan mutu pangan bagi penerima manfaat.
Saat ini, dari total enam SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Buol, satu SPPG dihentikan sementara hingga proses verifikasi dan evaluasi selesai dilakukan.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan penyampaian berbagai kendala yang dihadapi SPPG, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya peningkatan variasi menu agar tetap memenuhi standar gizi sekaligus meningkatkan minat konsumsi penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Buol bersama Satuan Tugas MBG turut memberikan masukan, saran, dan solusi teknis guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Selain aspek gizi dan mutu makanan, perhatian juga diarahkan pada pengelolaan limbah.
Pemkab Buol mengingatkan seluruh SPPG agar mengelola sisa makanan dan sampah organik dengan baik. Hal ini penting mengingat operasional dapur MBG berpotensi menjadi salah satu penyumbang sampah organik dalam jumlah besar.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada sinergi semua pihak, baik OPD, SPPG, maupun pemangku kepentingan lainnya di tingkat kecamatan dan desa.
“Koordinasi harus terus diperkuat, tidak hanya di internal pemerintah daerah, tetapi juga dengan seluruh SPPG di wilayah. Tujuannya satu, yakni memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tegasnya.
______________________
Reporter: Wawan Isa
