Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Paleleh Tahun 2026, Selasa (24/2/2026) pukul 14.00–16.13 WITA, bertempat di BPU Kecamatan Paleleh. Kegiatan ini merupakan Musrenbang perdana tahun 2026, yang merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027.
Musrenbang mengusung tema “Mengembangkan Sektor Pertanian dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.” Kegiatan dihadiri Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj Daimaroto, SH., MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh Yamin Rahim, SH., MH, perwakilan DPRD, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat dan kepala desa, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam laporannya, Camat Paleleh Lukman, menyampaikan sejumlah isu strategis yang masih dihadapi antara lain tingginya rumah tangga miskin, keterbatasan infrastruktur dasar, rendahnya akses pendidikan dan kesehatan, serta kebutuhan percepatan pembangunan jalan menuju Desa Umu dan Desa Lilito. Selain itu, masih banyaknya lahan sawah di Desa Talaki yang belum tergarap optimal.
Di sektor kesehatan, kasus stunting di Kecamatan Paleleh tercatat menurun dari 116 kasus pada 2024 menjadi 54 kasus pada 2025. Meski demikian, upaya penanganan tetap menjadi prioritas. Camat juga menyoroti perlunya pembangunan jaringan air bersih, perbaikan Balai Pertemuan Umum (BPU) yang mengalami kerusakan berat, serta dorongan percepatan investasi di sektor pertambangan emas dan batuan guna membuka lapangan kerja.
Kepala Bappeda-Litbang Kabupaten Buol, Satar MS Badang, SE., menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Forum ini menjadi ruang penajaman dan penyelarasan usulan desa dengan prioritas pembangunan daerah. Ia memaparkan tujuh prioritas pembangunan Kabupaten Buol Tahun 2027, yakni Buol Unggul, Buol Makmur, Buol Sigap, Buol Nyaman, Buol Harmoni, Buol Merata, dan Buol Lancar.

Adapun target indikator makro pembangunan tahun 2027 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,91 persen (dari 3,31 persen pada 2024), penurunan tingkat kemiskinan menjadi 10,91 persen (dari 13,08 persen), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 72,66, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menjadi 2,41–2,54 persen, serta penurunan gini ratio menjadi 0,231. Seluruh usulan masyarakat diinput melalui aplikasi SIPD-RI, dengan total 1.173 usulan dari 11 kecamatan, di mana Kecamatan Paleleh mengusulkan 115 kegiatan prioritas.
Sementara itu, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo dalam sambutannya menekankan bahwa Musrenbang harus menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya disiplin dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah, dengan memprioritaskan belanja produktif serta mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, cek kesehatan gratis, serta penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.
Bupati juga mengingatkan bahwa kinerja daerah dalam merealisasikan program prioritas nasional akan berpengaruh terhadap besaran dana transfer pusat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, pengawasan, dan komitmen bersama agar capaian pembangunan meningkat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan yang masih 13,08 persen dan stunting sebesar 36,9 persen di tingkat kabupaten.

Selain mendukung program nasional, Pemerintah Kabupaten Buol juga menjalankan program strategis daerah, antara lain Program Buol Terang untuk perluasan akses listrik, penguatan SDM melalui PSDKU dengan program studi PGSD dan Administrasi Pemerintahan, serta pembangunan BLK “Buol Hebat” yang telah memulai kerja sama pelatihan vokasi dan magang ke Jepang.
Musrenbang Kecamatan Paleleh ditutup dengan desk usulan program dan kegiatan sebagai bahan penyempurnaan RKPD Kabupaten Buol Tahun 2027. Pemerintah daerah berharap forum ini menghasilkan perencanaan yang responsif, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat, guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Buol. (Wayan Irmayani)
________________________
Reporter: Andriani Sari
