Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, SH., MH, serta Asisten Administrasi Umum Wahyu Setyabudhi, SH., MH, menghadiri dua agenda strategis tingkat nasional pada Kamis (15/1/2026) di Jakarta. Rangkaian pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Akbar Andi Agtas, sebagai bagian dari penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Agenda pertama adalah rapat koordinasi para bupati dan wali kota se-Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Republik Indonesia. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset RI beserta jajaran, dengan fokus utama pada penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur pemerintah daerah di wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam rapat tersebut dibahas pentingnya peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah agar mampu melaksanakan dan menerjemahkan kebijakan pembangunan secara efektif, adaptif terhadap perkembangan global, serta responsif terhadap kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi pemerintahan. Penguatan kompetensi SDM aparatur dipandang sebagai kunci dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional dan pelayanan publik yang berkualitas.
Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset RI menyambut baik pertemuan tersebut dan menyampaikan komitmen kementerian untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan SDM dan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Dukungan tersebut akan diberikan sesuai dengan kewenangan Kemendikti dan Ristek.
Selanjutnya, Bupati Buol menghadiri pertemuan bersama Menteri Sosial Republik Indonesia dan jajaran, yang diikuti oleh seluruh bupati dan walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah. Pertemuan yang berlangsung di Kafe Kementerian Sosial tersebut membahas secara khusus Program Sekolah Rakyat, yang merupakan bagian dari program prioritas nasional Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Program ini menyasar masyarakat miskin dan miskin ekstrem melalui penyediaan layanan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menyampaikan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, khususnya terkait penyediaan lahan, keberadaan sekolah rintisan, serta kesiapan pendukung lainnya. Menteri Sosial RI mengharapkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah memberikan dukungan penuh terhadap program ini agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
Selain itu, Menteri Sosial RI juga menekankan pentingnya validasi dan pemutakhiran data masyarakat miskin secara berkelanjutan di seluruh daerah, mengingat dinamika kondisi sosial masyarakat, seperti perubahan status ekonomi maupun faktor kematian. Ketepatan data menjadi kunci agar pelaksanaan Program Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kehadiran dalam dua agenda strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam pengembangan SDM aparatur, peningkatan kualitas pendidikan, serta percepatan pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Wayan Irmayani)
